Aku Korban BULLY

Apakah ada manusia yang mampu meminta akan hidup seperti apa kepada Tuhan sebelum ia dilahirkan???
jawabannya sudah pasti Tidak ada...!!
Tidak pernah aku bayangkan sebelumnya jika aku akan pernah mengalami kehidupan sosial yg sulit aku jalani bahkan sampai sekarang, merasa tersisih, merasa tidak ada yang menyayangi apalagi dicintai. Karna sebelumnya, hidupku normal seperti anak lain pada umumnya.
cerita ini dimulai saat aku SMA....
Hari pertama saat aku tahu aku diterima di SMA Favorite di daerah ku, ada rasa bangga, bahagia dan percaya diriku sangat tinggi. Aku pikir, aku akan segera memulai menggapai masa depan yang cerah yang aku mimpikan selama ini. Hingga sampai 6 bulan berlalu hari-hari aku jalani dengan biasa saja, sampai saat itu perlahan aku mulai merasa bahwa aku tidak pernah dianggap serius oleh teman-temanku, mereka mulai membuatku merasa tidak nyaman dengan tertawaan mereka terhadap aku. Mereka mulai meremehkan kemampuanku, menertawakan segala kekurangan aku, bahkan ketika ulangan mereka sampai melaporkanku pada guru karena tidak percaya aku mendapat nilai bagus. Pertama kalinya hatiku terasa sakit sekali sampai hilang percaya diriku saat itu juga, aku jadi mudah menangis dan melamun, dan merekapun mulai menjauhiku dengan menatapku jijik dan berkata bahwa aku ini aneh. Rasanya saat itu ingin aku lari ke lantai atas gedung sekolah kemudian terjun bebas dari segalanya. Tapi niat itu aku urungkan karena Allah masih sayang padaku.
Aku tidak punya teman sejak saat itu.... prestasiku pun semakin menurun dan terus menurun hingga aku sudah lupa dengan cita-cita hidupku. 
1 tahun berlalu... aku naik ke kelas 2, dengan kelas berbeda dan teman berbeda pula. Aku sedikit merasa lega, karena mungkin dikelas baru bisa punya teman meskipun hanya satu orang saja.
Dan benar saja, ada beberapa orang yg membuatku nyaman ketika disekolah. Mereka menerimaku, menghargaiku dan aku menganggap mereka adalah sahabatku. Namun tidak semua anak dikelas juga menerima aku, bahkan saat itu aku semakin merasa di-bully oleh teman-teman sekelasku. Sampai aku sering berpikir bahwa aku ini buat apa dilahirkan, aku tidak ingin punya fisik seperti ini. Fisik yang bisa membuat setiap lelaki yang melihatku berpikir jorok. Tidak jarang aku merasa menyesal dan bekata dalam hatiku, kenapa aku harus hidup sampai sekarang kalau hanya untuk membuat jijik orang-orang. Hanya kata-kata kotor menjijikan yang aku dengar ketika mereka berkata tentang tubuhku. Saking tidak kuatnya, aku sering kabur saat pelajaran sekolah untuk menyendiri di perpustakaan. Dan keseringan itu juga membuat prestasiku semakin menurun, konsentrasiku pecah, kepribadianku berubah, dan emosiku semakin sulit terkontrol. Aku yang dulu selalu mendapat juara satu dikelas dan sekarang hanya diperingkat kedua dari bawah. Orang tuaku kecewa....

Ilustrasi 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan 1